
Langsa Timur | Sesuai adanya, dengan hasil saat dilakukan konfirmasi oleh wartawan media online ini. Diduga geuchik sebagai perangkat utama di desa gampong buket meutuah kecamatan langsa timur kota langsa-aceh, tuding dan sudutkan pihak kantor dinas sosial (dinsos) serta pihak dinas bpbd langsa. Bahkan juga, tudingan kembali dengan pihak camat di kecamatan langsa timur kota langsa-aceh.
Dengan hasil pendataan berdampak pasca banjir jamin hidup (jadup), untuk masyarakat gampong buket meutuah telah di limpah ke pihak dinas masing-masing. Namun, apa yang telah terjadi. Dengan hasil yang telah di limpahkan oleh geuchik buket meutuah tersebut, dan apa yang telah pernah di komentari oleh pejabat utama desa itu. Kepada wartawan media online ini, kemarin, 21/06/2026 sekitar pukul.16.13.wib.
Geuchik tersebut pun mengomentarinya, “waalaikumsalam. Kalau utuk pendataan kita, sudah melakukan sesuai dengan instruksi BPBD dan Dinsos. Untuk JADUP, kita mengajukan seluruh penduduk sebagai calon penerima. Berkas pendataan sudah kita serahkan ke BPBD, sama seperti gampong yang lainnya. Namun realisasi untuk gampong buket meutuah sangat sedikit, jauh dengan apa yang kita harapkan.
Kami sudah complain ke camat, dinsos dan BPBD. Tapi tidak ada jawaban yang memuaskan, terasa buket meutuah diskriminasi dan dianggap anak tiri. Di bandingkan dengan gampong yang lainnya, demikian dulu dari saya bang 🙏”. Keluhnya geuchik gampong buket meutuah, yang disebut-sebut sapaan panggilan “nasir” itu kepada wartawan media online ini.
Dalam hasil pantauan wartawan media online ini juga, bersama pihak dari mantan aktivis bidang investigasi monitoring & intelijen (IMI) lembaga badan peserta hukum reclasseering indonesia (LBPH-RI) komisariat daerah (komda) kota langsa-aceh. Oleh bung “karo-karo” menyimpulkan atas kejadian itu, yang telah di uraikan atas kelu kesah dari pejabat perangkat (geuchik) gampong buket meutuah kecamatan langsa timur kota langsa-aceh. Yang telah disebut-sebut sapaan panggilan “nasir” itu, mantan aktivis pun juga. Langsung turut angkat bicara, dengan adanya diduga diskriminasi oleh pihak dari kantor dinas sosial serta dari kantor dinas bpbd bersama dari pihak camat di kecamatan langsa timur tersebut.
Bung “karo-karo” menegaskan, langsung dengan secara sorotan publik. “Wah-wah, cukup keren juga ya. Dengan sistem ke tiga (3) dinas tersebut, dengan adanya bantuan berdampak pasca banjir jamin hidup (jadup) haknya masyarakat di desa gampong buket meutuah itu, bisa-bisanya di lakukan diskriminasi. Wah-wah, cukup hebat juga ya. Ini sama dengan negeri kota langsa tersebut. Sudah hampir kepunyaan mamak mereka, negeri kota langsa yang sedang mereka pimpin. Entah kapan mereka berjuang, untuk negeri kota langsa ini. Dengan seenak perut mamaknya mereka lakukan diskriminasi, hasil pendataan yang telah di limpahkan oleh pihak geuchik gampong buket meutuah tersebut”. Tandasnya, bung “karo-karo” paparkan kepada wartawan media ini. Selasa 22/06/2026, sekitar pukul.21.30.wib.
Pada sebelumnya juga, sempat pernah telah terjadi pemberitaan miring dengan sorotan publik. Dibeberapa media online ini, berjudul. Warga Buket Meutuah Keluhkan Minimnya Penerima Jadup Pasca Banjir, Geuchik Sebut Sudah Ajukan Seluruh Penduduk. Terbitan pada tanggal, 21 juni 2026 lalu.
Bahkan Juga Dengan Pihak Camat Langsa Timur, Hasil Pendataan Jadup Untuk Masyarakat Telah Di Limpahkan Ke Pihak Dinas Masing-Masing.











