
Aceh | Sungguh sangat memalukan, setelah di lakukan pemberitaan miring secara sorotan publik. Dibeberapa media masa online tersebut, berjudul. Pemeliharaan Jalan Rp 3,6 Miliar di Kota Langsa Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Transparansi Pelaksanaan. Terbitan pada tanggal, 22 juni 2026 lalu.
Yang lebih lucunya lagi, kepala bidang (kabid) bina marga (BM) dan PPK kantor dinas PUPR kota langsa-aceh itu. Terkesan membungkam, serta nyaris tak bersuara (berkomentar). Terkait proyek pekerjaan pemeliharaan badan jalan, di dalam wilayah kota langsa-aceh. Ternyata proyek pekerjaan tambal sulam, bukan hanya itu saja. Selain itu juga, itu pekerjaan proyek yang tadi nya proyek pemeliharaan badan jalan. Kenapa jenis pekerjaannya, kini telah berubah menjadi swakelola. Ada apa dengan sistem management dan kinerja oleh pihak pelaksana tugas (plt) kepala dinas (kadis) bersama kabid bina marga pupr kota langsa tersebut, dengan menelan biaya sebesar mencapai Rp 3,6 milyar rupiah itu.
Yang cukup parahnya lagi, ada pun yang telah di lakukan oleh wartawan media online ini juga. Ketika melakukan jafrian langsiran beberapa pemberitaan miring sorotan publik itu, masing-masing melalui via pesan whatsapp selularnya kabid bina marga serta PPK kantor dinas PUPR langsa tersebut. Namun untuk kali ini, nyaris tak bersuara dan tidak berkotek lagi untuk mengelak mengomentari dalam hal apa pun.
Menurut oleh bung “karo-karo”, sebagai mantan dari aktivis bidang investigasi monitoring & intelijen (IMI) lembaga badan peserta hukum reclasseering indonesia (LBPH-RI) komisariat daerah (komda) kota langsa-aceh. Menyikapi dalam hal itu, dan bung “karo-karo” langsung turut menambahkan komentarnya kepada wartawan media online ini. “Dengan secara sorotan publik, dari ke dua oknum pejabat di kantor dinas PUPR pemerintahan kota langsa-aceh tersebut.
Menilai, ada apa dengan kebungkaman ke dua orang itu. Itu di karenakan, apa yang telah mereka kerjakan. Walau pun secara diduga ulok-ulok yang mereka tunjuk kan terhadap sorotan publik, di karenakan sudah terbongkar nya kinerja politik busuk mereka. Yang diduga pula, mau merampok dana proyek tersebut. Sudah tercium oleh pihak publik media masa secara online, jadi ke duanya pun tidak bisa mengomentari hal apa pun”. Tandasnya, oleh bung “karo-karo” paparkan dengan sorotan publik. Rabu 24/06/2026, sekitar pukul.00.36.wib.
Terkait Proyek Pemeliharaan Badan Jalan, Di Dalam Wilayah Kota Langsa, Ternyata Proyek Tambal Sulam, Menelan Biaya Rp 3,6 Milyar, Tanpa Plang Papan Nama.












