
Seuneubok Antara | Terkait pada sebelumnya, sempat pernah telah terjadi pemberitaan miring dengan sorotan publik, di beberapa media online tersebut. Berjudul, Material Bongkaran Revitalisasi SMP Negeri 10 Langsa Jadi Sorotan. Publik Minta Transparansi Pengelolaan Aset Bekas, terbitan pada tanggal 09 juni 2026 lalu.
Diduga tak ingin dilakukan konfirmasi oleh wartawan media online ini, dan pada saat wartawan media online ini juga, sempat pernah melakukan langsiran terbitan beberapa berita media online tersebut itu. Ke salah satu seorang oknum plt kadisdik kota langsa, melalui via pesan WhatsApp selularnya tersebut. Yang telah terkirim kepadanya, di nomor +62 811-6701-748. Dini hari senin 15/06/2026, sekitar pukul.10.45.wib. Yang sekaligus juga di lakukan konfirmasi kepadanya itu, juga meminta komentarnya dalam hal adanya pemberitaan miring di beberapa media online secara sorotan publik.
Namun, dirinya plt kadisdik kota langsa. Yang disebut-sebut sapaan panggilan “Sopian, S.Pd, M.M, M.Pd.”, diduga tidak ada respon jawaban apa pun darinya. Maka, wartawan media online ini juga. Sempat langsung menghubungi selular whatsappnya tersebut. Dan terhubung olehnya itu, wartawan media ini juga. Langsung menyampaikan adanya pemberitaan miring di beberapa media online yang telah terbitan secara sorotan publik, plt kadisdik langsa. Terkesan Lepas tanggung jawab, saat di tanyai pemberitaan miring itu.
Terkait barang bekas kayu galangan seng, hasil bongkaran yang berlokasi di smp negeri 10 desa gampong seuneubok antara kecamatan langsa timur kota langsa tersebut. Yang diduga telah menghilang dari areal sekolah menengah pertama (SMP) itu, aset milik negara.
“Abang jangan lah, ganggu-ganggu sekolah itu. Nanti kepala sekolah takut dan terkencing-kencing, abang langsung aja temui kepala sekolahnya ke sekolah itu. Ini saya sedang lagi rapat, suka kali abang ganggu-ganggu”. Ujarnya, plt kadisdik “sopian” menjelaskan kepada wartawan media online ini. Senin 15/06/2026, sekitar pukul.11.37.wib.
Saat Di Tanyai Pemberitaan Miring, Terkait Barang Bekas Kayu Galangan Seng Hasil Bongkaran Di SMP Negeri 10 Yang Diduga Menghilang.












