
Labuhanbatu Sumut I Detikkasus.com –
Sejak di Hari Rabu 10 Juni 2026 awak media melakukan konfirmasi terhadap inisial ‘H’ Pimpinan jasa pengiriman SPX Express hingga saat ini belum memperoleh tanggapan resmi. “Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari pihak yang berkepentingan terkait informasi dan klarifikasi atas persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.” Senin (15-6-2026)
Untuk keperluan konfirmasi tidak hanya melalui telepon genggam, akan tetapi lewat tulisan di whatsApp juga sudah diupayakan namun hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen maupun pimpinan perusahaan belum memberikan pernyataan resmi ataupun klarifikasi terkait substansi yang dipertanyakan.
Karena sikap yang tidak berkenan memberikan tanggapan tersebut, kemudian menimbulkan anggapan di tengah publik bahwa, pihak perusahaan diduga lebih memilih untuk sengaja tidak memberikan komentar, selain itu mungkin juga ingin menghindari klaim ganti rugi asuransi paket yang jadi perbincangan di tengah masyarakat.
Pengamat komunikasi publik menilai bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik, terutama ketika sebuah perusahaan menghadapi sorotan atau pertanyaan dari masyarakat. Respons yang cepat dan transparan dinilai dapat membantu menghindari munculnya berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Hingga berita ini ditayangkan pihak Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak SPX Express. Apabila terdapat penjelasan resmi dari perusahaan, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang, sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik dan ketentuan dalam Undang-Undang Pers.
Diketahui manajemen SPX Express berada di Jl.SM Raja, Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Isi persoalannya “di tanggal 09 April 2026 pelanggan ngirim paket dalam kondisi sangat baik, dengan nomor resi SPX ID06467 6176064 ternyata paket sampai pada tanggal 27 April 2026 di Bandung.”
Paket yang dikirim jenis ikan teri sekitar 8.kg dan paket tersebut di asuransikan sekitar Dua Juta Rupiah, dengan estimasi pengiriman yang dijanjikan hanya 5-7 hari lamanya “akan tetapi, jika dikalkulasi jumlah waktu pengiriman mencapai 18 hari sehingga kondisi ikan teri bau busuk tidak layak pakai atau dikonsumsi, si penerima paket komplain melakukan video unboxing kepada kurir.” (J. Sianipar)













